Unit Usaha Pariwisata dan Ekraf
Mengembangkan Potensi Wisata dan Kreativitas Masyarakat Desa
Tentang Unit
Unit Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merupakan salah satu program pengembangan usaha yang dikelola oleh BUMDes Kresna dalam rangka mengoptimalkan potensi wisata dan usaha kreatif masyarakat desa. Melalui pengembangan wisata alam, wisata edukasi, serta produk UMKM lokal, unit usaha ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan memperkenalkan potensi Desa Tawangsari kepada masyarakat luas.
Wisata River Tubing Wisnu Kencana
River Tubing Wisnu Kencana merupakan salah satu potensi wisata alam yang ada di Desa Tawangsari. Wisata ini memanfaatkan aliran sungai desa sebagai wahana arung jeram menggunakan ban pelampung. Program ini diinisiasi oleh Komunitas Peduli Sungai dan dikelola oleh masyarakat setempat. Wisata ini menawarkan pengalaman menyusuri sungai menggunakan ban pelampung sambil menikmati keindahan alam pedesaan.
Selain memberikan pengalaman wisata yang menarik, kegiatan ini juga bertujuan menjaga kelestarian lingkungan sungai dengan melibatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Pengelolaan wisata ini dipimpin oleh Bapak Ibnu Satmoko (Benu)
Eduwisata Camp Bell 2
Desa Tawangsari juga memiliki kawasan wisata edukasi keluarga bernama Camp Bell 2 Edupark yang berdiri di atas lahan sekitar 2 hektare. Kawasan ini dikembangkan sejak tahun 2016 melalui kerja sama antara masyarakat desa dan Pertamina Terminal BBM Boyolali. Camp Bell 2 Edupark menghadirkan berbagai wahana edukasi yang menarik bagi pengunjung, terutama bagi anak-anak dan pelajar.
Beberapa kegiatan edukasi yang tersedia antara lain:
- Edukasi peternakan sapi perah
- Energi biogas
- Pengolahan sampah
- Pengolahan plastik
- Pengolahan air
Kawasan ini menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang menarik bagi pelajar dan keluarga.
UMKM Desa Tawangsari
Selain sektor wisata, Desa Tawangsari juga memiliki berbagai usaha mikro kecil menengah yang menjadi bagian dari ekonomi kreatif masyarakat. Beberapa UMKM yang berkembang di desa antara lain: ceriping pisang, karak beras, olahan buah naga, jamu tradisional dan berbagai produk makanan ringan.
Sebagian produk UMKM tersebut telah memiliki izin PIRT serta pernah mendapatkan pelatihan pengolahan dan pengemasan dari berbagai lembaga seperti Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
UMKM JAMU
UMKM jamu di Desa Tawangsari memproduksi berbagai jenis jamu tradisional menggunakan bahan alami seperti: kunyit, jahe, temulawak, berbagai rempah lainnya.
Produk jamu ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi herbal. Pengunjung dapat belajar mengenai proses pembuatan jamu mulai dari pemilihan bahan hingga cara pengolahannya secara tradisional.
UMKM KERIPIK DAN KARAK
Produk UMKM lain yang cukup berkembang di Desa Tawangsari adalah keripik pisang dan karak beras. Salah satu produk unggulan adalah karak non boraks, yaitu kerupuk karak yang diproduksi tanpa bahan kimia berbahaya sehingga lebih sehat dan aman dikonsumsi.
Produk ini memiliki potensi besar sebagai oleh-oleh khas desa dan dapat dikembangkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Saat ini sektor UMKM di desa telah melibatkan sekitar 48 kepala keluarga yang tergabung dalam kelompok UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera).
Ekonomi Kreatif Batik Srikandi Patra
Salah satu produk ekonomi kreatif yang berkembang di Desa Tawangsari adalah Batik Srikandi Patra, yaitu batik tulis yang dibuat oleh komunitas penyandang disabilitas. Kelompok ini merupakan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan mandiri secara ekonomi. Workshop batik ini berada di Desa Tawangsari dan menjadi tempat para pembatik difabel belajar serta menghasilkan berbagai produk batik berkualitas. Program ini tidak hanya menghasilkan produk batik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan mandiri secara ekonomi.
Produk yang dihasilkan antara lain: kain batik tulis, pakaian batik, tas batik, souvenir batik. Program ini didukung melalui program CSR perusahaan untuk membantu meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan para pembatik.
Informasi Kunjungan
Masyarakat yang ingin berkunjung, belajar membatik, atau menikmati wisata desa dapat menghubungi pengelola BUMDes.
Kontak Whatsapp
0813 3964 6282 (Muhammad Thoha)

